Teknologi terbaru VR
Intip Perkembangan Teknologi Virtual Reality di 2019
JAKARTA- Virtual
Reality (VR) telah popular beberapa tahun belakangan ini. Bahkan produsen
teknologi telah memperkenalkan perangkat baru dan beberapa peningkatan teknis.
Kali ini Okezone akan membahas beberapa prediksi tentang VR di
2019, seperti dilansir dari laman Android Pit, Kamis (17/1/2019).
1. VR untuk Smartphone dan PC
Menggunakan smartphone dalam kombinasi dengan headset VR
sepertinya merupakan solusi cerdas. Dengan ini pengguna tidak perlu PC gaming
mahal atau setup yang rumit. Ada beberapa perangkat yang telah mendukung hal
ini seperti Samsung Gear VR dan Google Daydream View.
Kedua perangkat menawarkan harga rendah dibandingkan dengan VR
untuk PC, HTC Vive dan Oculus Rift. Namun, pengalaman yang mereka berikan tidak
persis imersif. Mereka tampak seperti perangkat tanggung, gamer hardcore akan
memilih PC yang lebih tinggi, sedangkan konsumen rata-rata perlu sesuatu untuk
membuat mereka mendapatkan pengalaman lebih, yang tidak benar-benar ditawarkan
oleh Gear VR atau DayDream View. . Tidak hanya itu mereka hanya bekerja dengan
sejumlah kecil smartphone pilihan.
Inilah sebabnya mengapa tidak mengherankan bahwa perangkat
terbaru untuk platform Google DayDream, Lenovo Mirage Solo, adalah perangkat
mandiri dan tidak lagi diproduksi oleh Google. Pelopor lainnya, Samsung, juga
sudah tak banyak membicarakan tentang Gear VR.
Perangkat itu bahkan tidak disebutkan di acara Note 9 pada
Agustus tahun lalu. Pabrikan Korea sekarang memfokuskan perhatiannya pada
realitas campuran sebagai gantinya, memperkenalkan Samsung HDM Odyssey Plus
pada akhir 2018, yang menggunakan platform Windows realitas Campuran.
Pada CES 2019, HTC mengumumkan Vive Cosmos. Meskipun belum ada
detail seacara resmi, headset akan menggunakan sistem pelacakan Vive baru,
memiliki dukungan untuk kontrol gerakan, dan kebebasan enam derajat. Ini juga
akan bekerja dengan PC dan smartphone.
2. VR
Dikombinasikan dengan Pemindaian Otak
Diumumkan
sebelum CES 2019, Pico G2 4K juga ditujukan untuk bisnis daripada konsumen
individu. Misalnya, headset ini memiliki mode Kiosk, yang mengunci headset ke
dalam satu aplikasi, tetapi yang lebih penting adalah bantalan wajah yang dapat
diganti, yang menjadikan pembersihan lebih mudah. Tampaknya VR mungkin
menggunakan Google Glass, yang hanya memiliki edisi perusahaan saat ini, tetapi
masih terlalu dini untuk membuat prediksi yang meyakinkan.
3. Headset VR
Semakin Berlimpah
Tampaknya akan
ada beberapa perangkat VR baru yang akan hadir dalam waktu dekat. Seperti HTC
yang tengah menggandakan pengembangan VR-nya.
Di CES 2019,
pabrikan Taiwan itu mengungkapkan versi baru Vive Pro, Vive Pro Eye. Perangkat
baru ini memiliki kemampuan pelacakan mata baru. HTCa tidak hanya akan
meningkatkan visual, tetapi juga fokus.
Kesimpulan
Realitas
virtual telah meningkat secara perlahan dan mantap. Namun, industri ini memang
sedikit lambat dalam menangani masalah. Sehingga, beberapa produsen saat ini
membuat langkah dengan beberapa perbaikan perangkat keras dan perangkat lunak,
tetapi mungkin masih terlambat untuk beberapa. Inilah sebabnya mengapa 2019
akan menjadi tahun penentu bagi industri tersebut.



Komentar
Posting Komentar