Manfaat VR dalam berbagai bidang

Kali ini saya akan membahas manfaat BR dalam beerebagai bidang, ini hanyalah beberapa contoh manfaat VR dalalm berbagai bidang.

1. Game

SEGA VR-1 adalah produk pertama SEGA, berupa kacamata Virtual Reality yang diciptakan pada ajang CES 1993. Kacamata VR-1 ini memiliki sensor khusus yang dapat menangkap gerakan kepala penggunanya, serta dilengkapi dengan 3D Polygon Graphic yang menciptakan pandangan 3D dalam game.

Sedangkan Nintendo sendiri memproduksi Virtual Boy, yang merupakan console genggam pertama yang terdiri dari proyektor kacamata, tripod, dan gamepad. Virtual Boy ini diciptakan pada tahun 1995, dua tahun berselang sejak SEGA memproduksi SEGA VR-1.


Seiring berjalannya waktu, hadirlah babak baru dalam dunia game, dimana penggunaan koneksi internet menjadi andalan yang dapat menjaring banyak penggunanya diberbagai belahan dunia. Dengan media PC, laptop, dan smartphone.


Beberapa produk teknologi Virtual Reality bisa disambungkan pada ketiga perangkat tersebut. dengan begitu, pengalaman bermain game pun semakin seru, dimana pemain disuguhkan langsung dengan realitas game secara 3D. Dan hal ini seolah-olah membuat pemain berada di dalam dunia game, dan menjadi tokoh langsung.


Apalagi, teknologi Virtual Reality dewasa ini semakin berkembang dengan dilengkapi beberapa perangkat yang memungkinkan penggunanya bisa menangkap dan memberikan respon dalam sebuah game.


Adapun game yang menggunakan teknologi Virtual Reality diantaranya: L.A . Noire: The VR Case Files, Rez Infinite, Thumper, Hover Junkers, Superhot VR, Chronos, Keep Talking And Nobody Explodes, Star Trek: Bridge Crew, Fallout 4 VR, Eve: Valkyrie, Elite: Dangerous, Assetto Corsa, No Limits 2, The Climb, dll.



2. Transportasi



Pada awal perkembangannya, saat terjadi Perang Dunia Ke-2, teknologi Virtual Reality digunakan sebagai alat simulasi untuk seorang pilot, yaitu untuk menerbangkan pesawat. Hal ini didasari dari kesulitan dan resiko-resiko yang bisa terjadi ketika berlatih menerbangkan pesawat.

Sebelumnya visi dari teknologi Virtual Reality ini terlihat jelas dari seorang yang bernama Morton Heilig. Awalnya dia menciptakan alat yang bernama Sensorama, yaitu cikal bakal teknologi Virtual Reality yang digunakan di dunia hiburan film.


Kejeniuasan Heilig ini membawanya pada sebuah pandangan masa depan, dimana teknologi Virtual Reality kelanjutan dari Sensorama bisa dimanfaatkan menjadi alat simulator untuk mengendarai sebuah kendaraan.


Dewasa ini penggunaan simulator yang berbasi Virtual Reality pun semakin banyak dipergunakan. Bahkan banyak juga perusahaan-perusahaan yang mengeluarkan produk-produk simulator untuk sebagai alat latihan mengendarai kendaraan. Tentunya hal ini didasari akan kebutuhan penggunaan kendaraan yang tidak ada habisnya.


Pengguna motor dan mobil contohnya, merupakan dua konsumen yang setiap tahunnya meningkat. Keinginanan untuk mengendarai motor dan mobil dibarengi juga produksi simulator teknologi Virtual Reality sebagai alat untuk pelatihan sebelum menggunakan kendaraan tersebut secara langsung.




3. Militer




Bidang militer merupakan salah satu bidang yang tanggap akan kemunculan teknologi Virtual Reality. Tentunya penggunaan teknologi ini untuk pelatihan dalam perang.


Namun seperti yang kita ketahui, perang adalah sebuah peristiwa yang selalu dihindari oleh setiap negara, apalagi biaya perang itu tidak lah murah. Terlepas dari hal tersebut, perang juga merupakan peristiwa yang tidak terduga. Maka kesiapan dengan memiliki pasukan miiter yang tangguh adalah menjadi sebuah kewajiban untuk setiap negara.


Penggunaan teknologi Virtual Reality dibidang militer bukanlah hal yang baru. Bahkan penggunaan simulator berbasis Virtual Reality pun sudah dimiliki dan digunakan oleh militer diberbagai negara. Selain melatih kecakapan dibidang militer, penggunaan teknologi Reality di bidang militer pun bisa menekan budget pelatihan yang terbilang mahal.


Dengan menggunakan teknologi Virtual Reality pengguna akan dihadapkan pada realitas maya yang menyerupai medan perang. Hal ini mengingatkan kita pada sebuah game FPS.


Namun bedanya, ini adalah sebuah simulasi, jika orang yang menggunakan simulator ini mati dengan mudah di dunia maya, maka dapat dipastikan bagaimana jika berada di medan perang sungguhan.


Selain melatih kecakapan dalam menembak, pengguna juga bisa melatih strategi perang, survival, dll



4. Periklanan






Salah satu hal yang menyebabkan sebuah produk bisa laku dipasaran adalah, tepatnya strategi dan media pemasaran yang digunakan.

Dulu, tempat untuk berbelanja acuannya hanya toko fisik yang terletak di suatu tempat. Namun dengan munculnya internet, tempat belanja beralih hanya dihadapan mata saja, yaitu lewat layar PC, laptop, maupun smartphone. Namun penjualan ini tidak akan terjadi secara masif jika tidak adanya iklan.


Dulu hingga sekarang kita mengetahui bagaimana iklan ditempatkan diberbagai media, diantaranya: di televisi, radio, baligo, pamflet, smartphone, dll. Dan dewasa ini dengan kemunculan teknologi Virtual Reality, industri pelayanan iklan ikut serta untuk memasarkan produk-produknya.


Pemanfaatan teknologi Virtual Reality tentunya memiliki keunggulan tersendiri ketika mengiklankan sebuah produk. Apalagi teknologi Virtual Reality kini sedang maraknya digunakan untuk mengiklankan tempat-tempat wisata, properti, dan yang lainnya.


Bagaimana tidak, dengan menggunakan Virtual Reality kini calon konsumen bisa melihat kesetiap sudut dalam pandangan 360 derajat, seakan tempat tersebut benar-benar nyata dihadapan. Dan inilah yang menjadi pertimbangan bagaimana teknologi Virtual Reality digunakan untuk beriklan.


Google sebagai perusahaan teknologi raksasa tak mau ketinggalan dengan teknologi Virtual Reality ini. Baru-baru ini Google mengeluarkan produk layanan iklan yang bernama ADVR. Begitu juga dengan ADVRY yang diciptakan oleh Native Ads.


Komentar